Rabu, 16 Oktober 2019

MOBILITAS SOSIAL


Publish : BUANA COMPUTER
Editor : Masri Bowo, S.Kom
Sumber : Google


KLIPING MOBILITAS SOSIAL



A. Pengertian Mobilitas Sosial
Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, mengemukakan bahwa, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya. Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang peling cocok bagi diri mereka. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Bila tingkat mobilitas sosial rendah, tentu saja kebanyakan orang akan terkukung dalam status nenek moyang mereka. Mereka hidup dalam kelas sosial tertutup.
Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit. Contohnya, masyarakat feodal atau pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Pada masyarakat yang menganut sistem kasta, bila seseorang lahir dari kasta yang paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi, meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian. Karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. Dengan demikian, tidak terjadi gerak sosial dari strata satu ke strata lain yang lebih tinggi.

B. Konsep dan Ruang Lingkup
Mobilitas mempunyai arti yang bermacam-macam, pertama, mo­bilitas fisik (mobilitas geografis) yaitu perpindahan tempat tinggal (menetap/sementara) dari suatu tempat ke tempat yang lain. Kedua, mobilitas sosial yaitu suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya. Mobilitas sosial ini terdiri dari dua tipe, yaitu mobilitas sosial horisontal dan vertikal. Mobilitas sosial horisontal diartikan sebagai gerak perpindahan dari suatu status lain tanpa perubahan kedudukan. Jadi dalam mobilitas sosial horisontal ini, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang. Sedangkan mobilitas sosial vertikat yaitu suatu gerak perpindahan dari suatu status sosial ke status sosial lainnya, yang tidak sederajat. Mobilitas sosial vertikai ini jika dilihat dari arahnya, maka dapat dirinci atas dua jenis, yaitu gerak perpindahan status sosial yang naik (social dimbing) dan gerak perpindahan status yang menurun (social sinking). 
Pengertian mobilitas sosial ini mencakup baik mobilitas kelompok maupun individu. Misalnya keberhasiian keluarga Pak A meru­pakan bukti dari mobilitas individu; sedang arus perpindahan penduduk secara bersama-sama (bedo desa) dari daerah kantong-kantong kemiski­nan di P. Jawa ke daerah yang lebih subur sehingga tingkat kese­jahteraan mereka relatif lebih baik dibanding di daerah asal, merupakan contoh mobilitas kelompok. Ketiga, Mobilitas psikis, yaitu merupakan aspek-aspek sosial-psikologis sebagai akibat dari perubahan sosial. Datam hal ini adalah mereka yang bersangkutan mengalami perubahan sikap yang disertai tentunya dengan goncangan jiwa.
Konsep mobilitas tersebut dalam prakteknya akan saling berkaitan satu sama lain, dan sulit untuk menentukan mana sebagai akibat dan penyebabnya. Sebagai contoh untuk terjadinya perubahan status sosial, seseorang terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya karena ketiadaan lapangan kerja, atau sebaliknya mobilitas sosial seringkali mengakibatkan adanya mobilitas geografi yang disertai dengan segala kerugian yang menyakitkan, yakni lenyapnya ikatan sosial yang sudah demikian lama terjalin. Demikian halnya mobilitas geografis akan mempengaruhi terha­dap mobilitas sosial yang dimbing maupun sinking, bahkan sekaligus mempengaruhi mobilitas mental atau psikis dari individu maupun masyarakat.

C. Sifat Dasar Mobilitas Sosial
Dalam dunia modern, banyak negara berupaya untuk meningkatkan mobilitas sosial, dengan asumsi bahwa semakin tinggi tingkat mobilitas sosial akan menjadikan setiap individu dalam masyarakat semakin bahagia dan bergairah. Tentunya asumsi ini didasarkan atas adanya kebebasan yang ada pada setiap individu dari latar belakang sosial manapun dalam menentukan kehidupannya. Tidak adanya diskriminasi pekerjaan baik atas dasar sex, ras, etnis dan jabatan, akan mendorong setiap individu memilih pekerjaan yang paling sesuai bagi sendirinya.
          Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial setiap individu berbeda, dan tidak ada diskriminasi pekerjaan, maka mereka akan tetap merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Apabila tingkat mobilitas sosial rendah, maka hal ini akan menyebabkan banyak orang terkungkung dalam status sosial para nenek moyang mereka. Tinggi rendahnya mobilitas sosial individu dalam suatu masyarakat sangat ditentukan oleh terbuka tidaknya kelas sosial yang ada pada masyarakat. Pada masyarakat yang berkelas sosial terbuka maka masyarakatnya memiliki tingkat mobilitas tinggi, sedang pada masyarakat dengan kelas sosial tertutup, maka masyarakat tersebut memiliki tingkat mobilitas sosial yang rendah.

D. Bentuk Mobilitas Sosial
1. Mobilitas Vertikal
          Mobilitas vertical adalah pepindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda.
Mobilitas Vertikal naik memiliki dua bentuk ,yaitu sebagai berikut:
Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi, dimana status itu telah tersedia. Misalnya:seorang camat diangkat menjadi bupati. Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari pada lapisan sosial yang sudah ada. Mobilitas Vertikal turun juga mempunyai dua bentuk sebagai berikut.
  1. Turunnya kedudukan seseorang kedudukan lebih rendah ,Misalnya, seseorang prajurit yang dipecat karena melakukan desersi.
  2. Tidak dihargai lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas,misalnya , seorang yang menjabat direktur bank,karena bank yang dipimpinya bermasalah maka ia diturunkan menjadi staf direksi.

Beberapa prinsip umum dalam mobilitas sosial vertical adalah sebagai berikut.
  1. Tidak ada suatu pun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas sosial yang vertical.
  2. Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial .
  3. Setiap masyarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertical sendiri.
  4. Laju mobilitas sosial disebabkan oleh faktor ekonomi,politik,dan pekerjaan yang berbeda-beda.
  5. Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi,politik,dan pekerjaan, tidak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu tentang bertambah .

2. Mobilitas Horizontal
          Mobilitas Horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan. Ciri utama mobilitas horizontal adalah lapisan sosial yang ditempati tidak mengalami perubahan .Contohnya,tindakan mengevakuasi penduduk yang tertimpa bencana alam ke daerah lain.
3. Mobilitas Antargenerasi
        Mobilitas Antargenerasi adalah perpindahan antara dua generasi atau lebih, Mobilitas Antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua ,yaitu sebagai berikut.
  1. Mobilitas Intergenerasi adalah perpindahan status sosial yang terjadi di antara beberapa generasi.
  2. Mobilitas Intragenerasiadalah perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama.

E. Faktor Penentu Mobilitas Sosial
1. Faktor Struktural
Faktor Struktural adalah jumlah relative dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya. Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor structural adalah sebagai berikut.
a)      Struktur Pekerjaan
b)      Perbedaan Fertilitas
c)      Ekonomi Ganda
d)     Penunjang dan Penghambat Mobilitas

2. Faktor Individu
Faktor individu adalah kualitas orang perorang baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan ,penampilan ,maupun keterampilan pribadi.Adapun yang termasuk dalam cakupan faktor individu adalah sebagai berikut.
a)      Perbedaan Kemampuan
b)      Orientasi Sikap terhadap Mobilitas
c)      Faktor Kemujuran

3. Setiap Status Sosial
Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimilik oleh orang tuanya.
4. Faktor Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadiny mobilitas manusia.
5. Faktor Situasi Politik
6. Faktor Kependudukan {demografi}
7. Faktor Keinginan Melihat Daerah Lain

F. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial
1)      Faktor Kemiskinan
2)      Faktor Diskriminasi Kelas
3)      Faktor Perbedaan Ras dan Agama
4)      Faktor Perbedaan Jenis Kelamin {Gender}
5)      Faktor Pengaruh Sosialisasi yang Sangat Kuat

G. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial
Menurut Pitirim A.Sorokin,mobilitas sosial dapat dilakukan melalui beberapa saluran berikut.
1)      Angkatan Senjata
2)      Lembaga Pendidikan
3)      Organisasi Politik
4)      Lembaga Keagamaan
5)      Organisasi Ekonomi
6)      Organisasi Profesi
7)      Perkawinan
8)      Organisasi Keolahragaan

Secara umum, cara yang digunakan untuk memperoleh status sosial dapat melalui dua cara berikut.
1)      Akripsi
Adalah cara untuk memperoleh kedudukan melalui keturunan
2)      Prestasi
Adalah cara untuk memperoleh kedudukan pada lapisan tertentu dengan usaha sendiri.Secara khusus,cara-cara yang digunakan untuk menaikan status sosial adalah sebagai berikut.
a)      Perubahan Standar Hidup
b)      Perubahan Nama
c)      Perubahan Tempat Tinggal
d)     Perkawinan
e)      Perubahan Tingkah Laku
f)       Bergabung dengan Organisasi Tertentu


H. Dampak Mobilitas Sosial
Menurut Horton dan Hunt (1987),ada beberapa konsekuensi negative dari adanya mobilitas sosial vertical , antara lain sbg berikut.
Kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun.
Ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat
Keretakan hubungan antaranggota kelompok primer.

Adapun dampak mobilitas sosial bagi masyarakat,baik yang bersifat positif maupun negatif antara lain sbg berikut.

1. Dampak Positif
Mendorong seseorang untuk lebih maju
Mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat kea rah yang lebih baik.

2. Dampak Negatif
a)  Timbulnya konflik
Konflik yang ditimbulkan oleh mobilitas sosial dapat dibedakan menjadi 3 bagian,yaitu sebagai berikut.
1)      Konflik antarkelas
2)      Konflik antarkelompok sosial
Konflik ini dapat berupa:
Konflik antara kelompok sosial yang masih tradisional dengan kelompok sosial yang modern.
Proses suatu kelompok sosial tertentu terhadap kelompok sosial lain yang memiliki wewenang.
3)      Konflik antargeneraso

b)   Berkurangnya Solidaritas Kelompok
Dampak lain mobilitas sosial dari faktor psikologis antara lain sebagai berikut.
Menimbulkan ketakutan
Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya (post power syndrome)
Mengalami frustasi.


SEBARAN PENDUDUK NEGARA MESIR

Publish : BUANA COMPUTER
Editor : Masri Bowo, S.Kom
Sumber : Google
 



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Daftar beberapa negara yang ada di benua afrika :
NO
NAMA NEGARA
BAHASA
AGAMA
KARYA SENI
1
Mesir
Bahasa Arab
Islam, Kristen
Piramida
2
Afrika Selatan
Inggris
Kristen
Seni Patung
3
Tunisia
Bahasa Arab
Islam
funun sya'biyyah

Afrika adalah benua terbesar kedua dunia dan kedua terbanyak penduduknya setelah Asia. Dengan luas wilayah 30.224.050 km² termasuk pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3% dari seluruh total daratan Bumi. Benua ini merupakan tempat bagi sepertujuh populasi dunia.
Afrika memiliki gurun yang panas terbesar dan hutan tropis terbesar kedua di dunia yang menghambat pembangunan berarti benua dari transportasi, menghambat ekonominya. Di tengah-tengah benua, di sisi barat, hampir tak tertembus hutan hujan menghambat transit orang dan barang. Sahara menciptakan penghalang yang jelas untuk perdagangan dari utara. Walaupun Afrika memiliki sistem sungai besar seperti Sungai Nil , Niger , Kongo , dan Zambezi , mereka tidak menghubungkan benua ke rute perdagangan secara efektif seperti yang terjadi di Eropa dan Cina.

B. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana jumlah dan sebaran penduduk Negara Mesir ?
2.      Bagaimana komposisi penduduk Negara Mesir ?
3.      Bagaimana budaya di Negara Mesir ?

C. Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui jumlah dan sebaran penduduk Negara Mesir
2.      Memahami komposisi penduduk Negara Mesir
3.      Mengenali budaya di Negara Mesir


BAB II
PEMBAHASAN

A. Penduduk Negara Mesir
Mesir atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Egypt adalah sebuah negara yang terletak di dua benua (trans-benua) yaitu benua Afrika dan benua Asia. Negara dengan nama lengkap Republik Arab Mesir ini sebagian besar wilayahnya terletak di bagian timur laut Afrika sehingga sering digolongkan sebagai negara yang berada di benua Afrika. Berbagai media dan organisasi internasional juga sering menggolongkan Mesir sebagai negara yang berada di kawasan Timur Tengah.
Penduduk Negara Mesir berjumlah kurang lebih 76.117.420 jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk 2,9% setiap tahunnya. Mesir memiliki kepadatan penduduk 66 jiwa / km2. Mesir merupakan negara yang penyebaran penduduknya paling tidak merata di dunia karena hanya 4% wilayah negara Mesir yang didiami oleh penduduknya, sedangkan 96% wilayah lainnya merupakan padang pasir yang gersang.Penduduk Negara Mesir terdiri dari suku Hamis, suku Nubia, dan suku Arab. Suku Hamis merupakan suku asli Mesir yang bercirikan kulit putih kehitam-hitaman, suku Nubia berkulit hitam, dan suku Arab berkulit kemerah-merahan.

B. Komposisi Penduduk
Mesir mengatakan penduduknya sekarang berjumlah hampir 95 juta orang, ditambah kira-kira 9,4 juta lagi yang tinggal di luar negeri, menurut data sensus terbaru.
Data tersebut diumumkan dalam upacara yang ditayangkan televisi hari Sabtu (30/9) di mana temuan angka sensus terbaru negara itu dibacakan oleh Abu-Bakr el-Gindy, kepala Biro Statistik Negara.
Jumlah penduduk Mesir, 94.798.827 bulan April, peningkatan 22 juta orang sejak tahun 2006, ketika sensus terbaru diadakan. Penduduk negara itu berjumlah 38,3 juta tahun 1986 dan 59,3 juta orang 10 tahun kemudian.
El-Gindi mengatakan warga Mesir yang berusia antara 15 dan 34 tahun merupakan 34,8 persen dari jumlah penduduk.
Ibukota Mesir, Kairo dan provinsi kembarnya Giza keduanya mempunyai jumlah penduduk 18,1 juta orang. Mesir adalah negara Arab yang berpenduduk paling besar.

C. Kebudayaan Mesir
Mesir sangat terkenal sebagai salah satu pusat kebudayaan dunia pada zaman purba. Peninggalan-peninggalan kebudayaan Mesir, sepert piramida, sphinx, obelisk, dan hiroglif. Piramida terdapat di Giza dan Sakara. Sphinx terdapat di Sakara. Sphinx di bangun 5000 tahun yang silam. Piramida merupakan kuburan para raja. Sphinx adalah patung berkepala manusia berbadan singa yang dimaksudkan untuk melindungi makam para raja. Obelisk adalah tugu segi empat terbuat dari batu. Hiroglif adalah tulisan dan lukisan pada peninggalan kuno.
Untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, pemerintah Mesir memberlakukan gerakan wajib belajar. Gerakan ini diwajibkan kepada anak-anak berusia 6-12 tahun. Mereka mendapat keringanan berupa bebas uang sekolah atau uang kuliah. Universitas Al-Azhar adalah universitas di Kairo yang merupakan universitas tertua di dunia yang dibangun pada tahun 910 M. Banyak mahasiswa Islam dari berbagai negara menuntut ilmu di universitas tersebut.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Persebaran penduduk mesir itu tidak rata. Hampir 90% dari penduduknya tingggal di daerah sekitar aliran sungai nil akibat sebagian besar wilayahnya merupakan gurun yang gersang dan panas, sehingga sangat sulit untuk bertempat tinggal di sana. Akan sangat susah untuk bercocok tanama ataupun mencari sunber air



DAFTAR PUSTAKA

http://makalahirfan.blogspot.com/2016/09/peradaban-mesir.html